Tinjauan Foodpreneur 2019: Butuh Seni Dalam Bisnis Makanan

Source: Pixabay

GoFood Festival berkolaborasi dengan The Enterpreneurs Society mengadakan acara seminar bertajuk Foodpreneur Overview 2019 and Food Trend Insight 2020 yang digelar pada , 8 November 2019 lalu. Bagian dari acara GoFood Festival tersebut diselenggarakan di Gelora Bung Karno Gate 4.

Dimoderatori oleh Klemens Rahardja yang merupakan Founder of The Entrepreneurs Society, seminar tersebut melibatkan 3 narasumber yang sudah berpengalaman di bidang Food and Baverage (F&B). Ketiganya adalah Aditya Nova Putra M.PAR yang merupakan Dosen, Head of Hotel & Tourism Management IULI, Cooking Instructor. Ia juga merupakan pemilik dari Bistro Tutup Panci di BSD.

Ada lagi Christandy Halim, yaitu CEO & Founder Indosaji, PT Indonesia Saji Nusantara. Perusahaan tersebut memiliki produk andalan Pizza goreng. Kini produk pizza unik itu sudah tersedia di lebih dari 327 pasar modern, 116 sekolah, dan 2 outlet offline di Bogor dan Bekasi.

Selain itu, ada Andrieas Baldiandes dari (IMC Group). Ia juga seorang pengusaha, yaitu pemilik Loi Loi Street Café yang menyajikan menu utama minuman kekinian. Sejauh ini, café tersebut sudah tersebar di 9 kota di Indonesia dengan jumlah total 33 cabang.

Tinjauan Foodpreneur 2019

Peserta dalam seminar itu terdiri dari pelaku bisnis F&B alias Foodpreneur, para pemilik Merchant dari GoFood dan GoFood Festival dan member dari The Entrepreneurs Society. Sibuk Liburan sendiri turut hadir dalam acara tersebut sebagai bagian dari member of The Entrepreneurs Society.

Dalam seminar yang dilaksanakan sehari sejak pukul pukul 18.00 hingga 20.30 WIB itu, para peserta diajak meninjau bisnis F&B sepanjang tahun 2019 dari sudut pandang 3 foodpreneurs yang hadir. Dalam kesempatan itu, para narasumber juga berbagi pengalaman mereka. Berkaca dari hal tersebut, diharapkan para peserta akan mampu memproyeksikan tentang wawasan bisnis F&B di tahun 2020.

Dari acara tersebut, diperoleh sebuah konklusi bahwa bisnis F&B adalah sebuah bisnis yang tidak ada matinya. Meski demikian, bukan berarti bisnis ini tanpa tantangan. Justru lantaran demikian besar peluang dan segmen pasarnya, para pelaku bisnis butuh strategi jitu.

Seminar ini mensarikan bahwa butuh seni untuk menaklukan bisnis ini. Maksudnya harus ada strategi yang ‘berbeda’ agar bisnis dapat terus berjalan. Strategi tak melulu soal bagaimana meracik hidangan yang ciamik, tetapi juga soal cara penjualan lengkap dengan keunikan yang harus ditampilkan pada olahan itu sendiri.

Loading...
the entrepreneur society logo

A community of young entrepreneurs from different business backgrounds, a place for you, fighters who want to grow and dare to work. The businessmen who are here aim to help each other, collaborate, and advance the world of entrepreneurship in Indonesia. No need to hesitate, what are you waiting for?

Join us because The Entrepreneurs Society will be #YourPlaceToDevelop #BeYourBestVersion

© 2026 The Entrepreneurs Society. All Rights Reserved.